Kamis, 11 Agustus 2011

H-3 Puncak Arus Mudik di Terminal Kalideres

JAKARTA, M86 - Pengelola Terminal Kalideres, Jakarta Barat, melakukan inspeksi mendadak terhadap kesiapan armada untuk menghadapi arus mudik lebaran yang diperkirakan mencapai puncaknya pada H-4 dan H-3.

Kepala Terminal Kalideres, Hengki Sitorus mengatakan untuk menyukseskan kegiatan arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini, Terminal Kalideres, Jakarta Barat mulai berbenah seperti perbaikan sarana prasarana serta kesiapan armada mulai dilakukan.

"Mulai Rabu (10/8) kemarin, pihak terminal sudah melakukan pengecekan terhadap kelaikan armada angkutan Lebaran," katanya, Kamis (11/8)

Ia mengatakan, untuk angkutan Lebaran tahun ini, pihaknya menyediakan sebanyak empat ribu armada yang akan melayani tujuan ke Sumatera, Banten, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Pemudik biasanya mulai membanjiri Terminal Kalideres mulai H-7. Diprediksi puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada H-4 atau H-3," katanya.

Sementara itu, dari hasil sidak tersebut, pihak terminal menemukan satu armada yakni, Bus Arya Prima jurusan Palembang-Jambi yang ternyata diketahui tidak memiliki izin trayek.

Selain itu, pihak terminal juga menemukan dua bus yang dalam keadaan tidak laik jalan. "Sidak kali ini sebagai 'shock therapy' bagi kesiapan armada bus. Nantinya, jajaran Dishub DKI Jakarta juga akan melakukan uji kelaikan terhadap armada Lebaran di terminal ini, hanya waktunya belum dipastikan," katanya.(dya)

Minggu, 07 Agustus 2011

Pemukiman Padat di Cengkareng Timur Terbakar

JAKARTA, M86 - Si jago merah kembali melahap pemukiman penduduk di Kawasan Pedongkelan RT 12 RW 6, Cengkareng Timur, Jakarta Barat, Minggu (7/8) pagi pukul 07.45 WIB.

"Lima mobil pemadam kebakaran sudah dikerahkan ke lokasi,” kata salah seorang petugas Suku Dinas Pemadan Kebakaran Jakarta Barat, Minggu (7/8).

Belum diketahui penyebab kebakaran dan kerugian akibat kebakaran ini. Sampai saat ini petugas pemadam kebakaran masih berupaya memadamkan api.

“Anggota kita masih di TKP. Mengenai penyebab kebakaran itu nanti polisi. Kita hanya mengantisipasi kebakaran merembet,” ujarnya. (cok)

Rabu, 03 Agustus 2011

Waspada Ada 25 Titik Rawan Kejahatan di Jakarta

JAKARTA, M86 - Polda Metro Jaya mulai meningkatkan pengamanan di lokasi rawan aksi kejahatan jalanan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Dari 54 lokasi rawan aksi kejahatan jalanan yang berhasil dipetakan Polda Metro Jaya, 25 di antaranya terdapat di wilayah DKI Jakarta. Rinciannya, 10 lokasi di Jakarta Pusat, 3 lokasi di Jakarta Timur, 6 lokasi di Jakarta Barat, 3 lokasi di Jakarta Utara dan 3 lokasi di Jakarta Selatan.

Lokasi itu di antaranya, perempatan Coca-cola, Joharbaru, Kemayoran, Tamansari, Terminal Pulogadung, Stasiun Senen, Tanjungpriok, Tambora, kolong jembatan Grogol, Pasar Kebayoranlama, dan Terminal Lebakbulus.

Untuk meningkatkan keamanan di kawasan rawan aksi kejahatan jalanan itu, Polda Metro Jaya pun menggelar Operasi Kilat (Pekat) Jaya 2011 mulai tanggal 2 – 14 Agustus. Adapun jumlah personil yang dikerahkan sebanyak 920 personel yang terdiri dari 262 personel Polda Metro Jaya dan 658 personel dari seluruh Polres di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Terkait hal itu, Satpol PP DKI Jakarta juga telah meningkatkan patroli di seluruh wilayah DKI Jakarta untuk menekan aksi kriminalitas dan menjaga ketertiban serta ketentraman bagi warga Jakarta. “Selama Ramadhan, kami meningkatkan patroli di seluruh wilayah DKI Jakarta. Semua wilayah kami perlakukan sama di mana patroli keliling terus diperketat,” ujar Darwis Silitonga, Kasie Satpol PP DKI Jakarta, Rabu (3/8).

Diakui Darwis, pihaknya belum diajak berkoordinasi dalam pengamanan terhadap 25 titik lokasi rawan aksi kejahatan jalanan di ibu kota. Meski begitu, ditegaskan Darwis, pihaknya siap membantu Polda Metro Jaya dalam menjalankan Operasi Pekat Jaya 2011. “Tanpa diminta pun kami siap membantu kepolisian dalam menjaga keamanan ibu kota,” katanya.

Peningkatakan patroli keliling wilayah, dikatakan Darwis, dilakukan sebanyak 4.000 personel pada siang hari dan 1.700 personel pada malam hari. Petugas yang dikerahkan tidak hanya untuk mengamankan wilayah ibu kota saja melainkan juga untuk menghalau serbuan PMKS yang akan menyerbu Jakarta saat mendekati Lebaran nanti.

Selama sembilan hari melakukan penertiban, ditambahkan Darwis, pihaknya berhasil menjaring sebanyak 517 PMKS yang langsung dikirim ke Panti Kedoya milik Dinas Sosial DKI Jakarta untuk dilakukan pembinaan. “Saat ini, untuk sementara kami hentikan dulu operasi penertiban terhadap PMKS. Kami akan tunggu perkembangannya selama dua pekan ke depan, setelah itu kami akan lakukan penertiban kembali,” tandasnya. (dya)

Selasa, 02 Agustus 2011

Lurah Surati Warga untuk Bikin KTP Elektronik

JAKARTA, M86 - Setiap kelurahan akan mengirimkan surat panggilan kepada warga untuk membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik untuk wilayah DKI Jakarta. Kelurahan mengundang warga datang ke kantor lurah untuk merekam sidik jari, tanda tangan, pemindai iris, dan berfoto. "Jumlah warga yang datang ke kantor lurah dibatasi setiap hari," kata Kepala UPT Dokumen dan Administrasi Kependudukan DKI Jakarta, Syarifuddin, Selasa, (2/8).

Tindakan ini, kata Syarifudin, dilakukan untuk menghindari penumpukan massa di kelurahan. Surat panggilan disampaikan oleh Lurah melalui Ketua RT setempat. "Jadi, hanya warga yang sudah mempunyai KTP Jakarta saja yang bisa dilayani untuk tahap pertama ini," ujarnya.

Penduduk yang mendapat surat panggilan wajib datang membawa surat panggilan dan KTP lama yang asli untuk verifikasi. Warga yang tidak datang ke kelurahan karena alasan sakit akan dipanggil ulang. Setiap Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sudah dibekali masing-masing tiga unit pelayanan e-KTP mobile. Unit layanan khusus ini akan langsung datang ke rumah warga yang bersangkutan. Warga bisa memenuhi panggilan mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB. "Jadi, tidak ada alasan warga untuk tidak datang."

Setelah pendataan, pemegang KTP akan menerima kembali KTP asli yang lama dan surat panggilan I yang sudah diberi tanda tangan oleh petugas. Pemegang KTP akan dipanggil untuk kedua kalinya untuk mengambil KTP dua pekan berikutnya.

Warga yang berdomisili di Jakarta, tetapi memiliki KTP di luar Jakarta tetap bisa membuat KTP elektronik di Jakarta. "Harus membawa surat pengantar dari daerah asal, surat pengantar dari RT dan RW tempat tinggal sekarang baru, melapor ke kelurahan."

Pembuatan KTP elektronik akan dilanjutkan secara reguler pada 2012. Warga baru yang tinggal di Jakarta kalau tidak bisa membuat E-KTP sebelum November masih bisa melanjutkan pada 2012. (dya)

Minggu, 31 Juli 2011

Selama Ramadhan, Ruang Kerja PNS akan Dikontrol

JAKARTA, M86 - Bulan puasa bukan berarti kinerja pegawai negeri sipil (PNS) boleh menurun. Agar kinerja PNS di lingkungan Pemkot Administrasi Jakarta Barat tetap optimal selama puasa, mekanisme pengontrolan ruangan kerja akan dilakukan. Jika terdapat PNS yang malas-malasan atau pun bolos, bukan mustahil sanksi tegas akan diberikan kepada pegawai yang bersangkutan.

“Hal itu kami lakukan agar tidak ada keluhan dan imej yang ada selama ini di masyarakat akan buruknya kinerja dan layanan yang pada saat bulan puasa,” tegas Rustam Effendi, Asisten Pemerintahan Jakarta Barat, Sabtu (30/7) kemarin.

Ia juga berjanji akan memberikan sanksi tegas kepada pegawai yang kedapatan tidak masuk kerja, dan tidak melaksanakan tugasnya dengan optimal saat bulan puasa.

“Jelas ketidakhadiran pegawai akan merusak kinerja, khususnya menyangkut layanan masyarakat. Kalaupun masuk biasanya kerja malas-malasan hingga berdampak pada layanan masyarakat tidak berjalan secara optimal,” katanya.

Sanksi yang dikenakan berupa sanksi administrasi sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil berupa pemotongan tunjangan kinerja daerah (TKD).

Kepada pegawai yang tidak berpuasa karena keyakinannya berbeda, ia juga mengimbau agar menghormati rekan kerjanya yang berpuasa.(nez)

Rabu, 06 Juli 2011

200 Sopir Angkot dan Pengojek Senang Dapat SIM Gratis

JAKARTA, M86 – Sebanyak 200 sopir angkot (angkutan kota) dan pengemudi ojek mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) gratis dari Badan Amil Zakat Infaq dan Sodaqoh (Bazis) Jakarta Barat).

” Dengan memiliki SIM yang sah, pengemudi angkot atau pun pengojek motor diharapkan pendapatannya untuk memenuhi kebutuhan keluarga meningkat,” harap Walikota Jakarta Barat, H. Burhanuddin ketika menyerahkan SIM, di Ruang Serbaguna Mesjid Aas-Shara, kemarin.

Selain para pengemudi dan pengojek memberikan pelayanan yang baik kepada penumpang, tidak melanggar apalagi ugal-ugalan.

”Apalagi SIM ini dibiayai berasal dari dana yang diterima Bazis Jakarta Barat, jadi benar-benar harus dimanfaatkan sesuai amanah dari masyarakat, “ jelas Walikota.

Ketua Badan Amil Zakat Infaq dan Sodaqoh (Bazis) Jakarta Barat, H. Djamhuri, menjelaskan SIM gratis itu diberikan untuk 155 pengojek motor dan 45 pengemudi angkot dengan tujuan meringankan beban dan mencari nafkahnya lebih tertib dan tenang.

”Pengemudi yang memperoleh SIM warga ber KTP DKI dan berdomisili di Jakarta Barat, dilengkapi keterangan tidak mampu dari kelurahan, ” ucapnya.

Bazis juga memberikan bantuan beasiswa pendidikan untuk pelajar SD, SLTP, SLTA, mahasiswa, Majlis Taklim, guru, marbot.

Seperti diketahui, dari ZIS 2010, sebanyak 400 siswa 400 pelajar SLTA memperoleh bantuan, masing-masing Rp 150 ribu/bulan dan 175 mahasiswa masing-masing Rp 200/bulan.

Perolehan ZIS Jakarta Barat tahun 2010 sebanyak Rp 8,8 miliyar meningkat dibandingkan tahun 2009 sebanyak Rp 8,3 miliar. Tahun 2011 ZIS ditargetkan bisa memperoleh Rp 10 miliar .

Tahun 2009 Jakarta Barat menempati peringkat II se DKI dalam perolehan ZIS, sedangkan tahun 2010 peringkat III se DKI Jakarta.(red/*pkc)
Related Posts with Thumbnails